Rabu, 16 Oktober 2013

Di Atas Kata Sayang yang Tak Tersampaikan....

Di atas kata sayang yang tak tersampaikan. Bocah kecil menari dalam sunyi dan pekat hari berselimut selaput-selaput lembut. Membaca tiap detail makna pada ketidakmampuannya meraba kata. Mata pun memerih-berkaca-lalu mencipta muara. Ia tak lagi kuasa.

Di atas kata sayang yang tak tersampaikan. Wanita paruh baya masih setia mendekap anak-anaknya. Dengan lebam membiru membungkus kecantikan alami bidadari Bumi, Ia mengukuh pada satu kata patuh. Tangan telah terkepal. Nyali sudah terkumpulkan. Namun, suara ibu meruntuhkan jeritan menggema di rongga hati. Memecah bongkah beku.

Di atas kata sayang yang tak tersampaikan. Gadis muda tak juga mau pergi dari kotak penantian yang pernah diterima pada senja berpelangi. Ada kata "mungkin" tanpa muncul frasa "pasti". Tapi toh ia membatu hingga airmata mengkristal dalam keping-keping yang menyisa. Ia tak mau pergi. Tak juga mau membodohi diri.

Di atas kata sayang yang tak tersampaikan. Biarkan ombak terus menggerus pasir, menggulungnya ke lautan, menyatu pada pekat asin samudera kehidupan.

Di atas kata sayang yang tak tersampaikan. Keping-keping itu belum juga terangkai.


Malang, 13 Mei 2008
Jombang I 17, Kamar No 11


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar